menunavigasihorisontal

Gambar Bergerak

Header

Header

Minggu, 30 Januari 2011

Surat Terbuka Buat anak-anakku

Surat Terbuka
Assalamu’alaikum wr. wb.

Dengan menyebut nama Zat yang Termulia, Terperkasa dan Maha Penyayang ALLAH AZZA WA JALLA, rasanya aku ingin memberikan pengalamanku kepadamu, anakku. Karena engkaulah yang akan meneruskan menerima amanah Sang Pencipta menyuburkan bumi ini dengan agama ALLAH. Agama yang lurus dan dijaga serta di ridhoi-Nya, kau akan membenahi kerusakan dan tidak malah menambah rusak, kau akan menjaga kebaikan dan tidak malah membuat buruk, kau sebagai mahluk yang paling mulia dan paling sempurna dari semua mahluk ciptaan ALLAH.

Jangan engkau rendahkan derajat baikmu itu hanya untuk menikmati kesenangan yang sesaat, tolonglah, sekali lagi, JANGAN.
Banyak aku dengar, bahkan sejak kecil hingga remaja, di dekat ku atau jauh di negeri seberang yang hanya bisa di ketahui beritanya saja, orang bercerita tentang zina, yang di kemas dengan bumbu-bumbu penyedap, yang diceritakan dengan berbagai cara, dan di lakukan dengan tanpa dosa, bahkan sambil tertawa bersuka ria…….ALLAH berfirman : “…….sesungguhnya ZINA adalah dosa besar, jangan lah engkau mendekatinya”. Yang menciptakanmu SUDAH memperingatkan bahkan melarang dengan ancaman, engkau punya hati untuk merasakan dan engkau punya akal untuk berfikir….tolong di INGAT.

Sekarang, waktu ku semakin dekat, dan waktu mu masih sangat panjang, kewajibanku untuk menuntunmu, mengingatkanmu agar ALLAH tidak menyalahkanku karena tidak memberitahumu, karena perintahNYA : “……saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…….” aku telah melakukan dan setelah itu, mohonlah selalu perlindungan Pencipta-mu.

Ketika mereka ku tanya, mengapa engkau melakukan ? ada yang menjawab : “suka sama suka pak”, “karena saya mencintainya”, “karena dia akan meninggalkan saya”, “saya takut di putus”, “saya ingin memiliki seutuhnya”, “saya coba-coba pak”, “saya hanya ingin tahu karena banyak temen yang cerita”, “saya terpengaruh gambar dan film”, “saya terbawa teman”, “saya dipaksa”, “saya tidak sadar”, “saya……., saya………., saya………….” dan banyak saya-saya yang lain.

TETAPI tahukah kamu apa yang di rasakan oleh HATI ORANG TUA mu, seribu cambukan akan dianggap kurang pedih jika mengetahui engkau sudah melakukannya, hujaman ke ulu hati akan dianggap angin di banding perasaan mengetahui engkau telah dinodai, seandainya mereka bisa melolong, mungkin gunung akan tunduk dan ombak lautan berhenti karena raungan yang menyayat hati.
Anakku, ALLAH telah melindungi dan memberi tanda pada dirimu dengan selapis selaput tipis, untuk membedakanmu NONA atau NYONYA, ALLAH memberi kepercayaan padamu untuk menjaganya untuk mempersembahkan pada suami mu yang akan diputuskan takdirnya menjadi jodohmu, untuk tetap menjaga harkat dan martabatmu sebagai calon ibu yang akan melahirkan anak-anak yang akan menjadi penerus agama yang di bawa MUHAMMAD RASULULLAH.

Pada selembar kulit tipis itulah engkau di maknai sebagai wanita terhormat, tolong anakku……….JAGA PEMBERIAN TUHANMU.

Anakku, buah hatiku, belahan jiwaku, harapanku, aku ini adalah orang yang hanya bisa mengharap, memohon, meratap dan menghiba, tolong…….sekali lagi……tolong bantulah aku ……..saat engkau akan melakukannya dengan pacarmu, temanmu, sahabatmu atau siapapun yang engkau beri kesempatan tuk melakukannya denganmu, INGATLAH…… ayah ibumu yang selalu menyayangimu, ingatlah wajah-wajah mereka….ingatlah, resapi perasaan mereka…..INGATLAH…. kakak dan adik-adikmu, saudara-saudaramu, mereka juga akan merasakan sakit hati dan ternoda………INGATLAH…….guru gurumu yang dirumah selalu menangis mendoa’kanmu, mengajarimu suatu ilmu, walau kadang kau meremehkannya…….yang terakhir INGATLAH …………. engkau akan hidup lebih lama dari padaku………manfaatkan yang baik tuk MASA DEPANMU.

Aku adalah orang yang lemah terhadap dirimu, aku tak punya kuasa atas dirimu, hanya ALLAH yang berkuasa atas dirimu tetapi ENGKAU PUNYA KUASA ATAS DIRI DAN MASA DEPANMU sesuai firmannya : “…..Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka tak mau berubah……” oleh karena itu, wahai anakku, penerus agamaku, penerus imanku, islamku…..kau hujamkan dalam hatimu, tanamkan dalam pikiranmu dan lontarkan dalam lidahmu kata-kata
.

TIDAK…….TIDAK…….TIDAK.

Jika dia atau mereka mulai mengajakmu untuk melakukan ZINA atau mengarah ke sana.

Anakku, cahaya mataku.
tatapanmu adalah fikiranmu,
fikiranmu adalah hatimu,perasaan mu
hatimu adalah langkahmu,
dan,
langkahmu,
ITULAH…………..TAKDIRMU.

yang selalu mengharap kebaikan buatmu,

Dari : Drs. Ahmad Yani.