menunavigasihorisontal

Gambar Bergerak

Header

Header

Selasa, 01 Januari 2013

PENDIDIKAN BERKARAKTER BERDASARKAN AL-QUR’AN, AL-HADITS DAN IJMA ULAMA

SMA Al-Irsyad Tegal Menyongsong Pendidikan Berkarakter Berdasarkan Al-Qur’an, Al-Hadits Dan Ijma Ulama. Yang paling populer tentang bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, bangsa yang suka bermusyawarah, bangsa yang mempunyai semangat gotong royong, bangsa yang sangat menghormati orang lain. Ternyata itu hanya masa lalu, kini bangsa Indonesia sudah berubah menjadi bangsa yang gampang tersinggung, anarkis, sudah saling tidak percaya, saling menggugat, saling tuduh, bangsa koruptor, bangsa maksiat, bangsa tawuran, premanisme, sengketa, sogok menyogok, penipuan, penodongan, pelacuran, narkoba, adu jotos bahkan pembunuhan sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Begitu carut marutnya wajah negeri ini. Begitu compang campingnya penampilan ibu pertiwi ini. Ibarat orang sakit bangsa ini sedang berbaring lemah berbalut perban, berselang infus dan bermasker oksigen tergolek pasrah menunggu takdir. Sampai-sampai ada sebuah organisasi yang memasukan negeri ini kepada deretan kelompok Negara gagal.  Separah itukah negeri ini? Seandainya para pejuang kemerdekaan bangsa ini bisa mendengar dan menyaksikan kondisi wajah negeri ini yang penuh lebam, penuh luka dan berlumuran dosa … betapa marahnya para pahlawan negeri ini. Sungguh memperihatinkan…
    Lalu bagaimanakah cara memperbaiki bangunan negeri yang hampir ambruk ini? Dan dari mana memulainya?

    Sebuah gagasan sederhana dalam rangka memperbaiki bangunan yang hampir ambruk ini adalah memperkuat pondasi bangunan melalui dunia pendidikan, lewat dunia pendidikan yang baik diharapkan menghasilkan generasi penerus bangsa yang bertaqwa, cerdas, kuat, jujur, bermoral, dan berakhlak mulia sehingga generasi inilah yang bakal menggantikan dan merubah bangsa ini menjadi lebih baik dan sesuai harapan para pejuang negeri ini. Dan SMA Al-Irsyad yang merupakan bagian dari dunia pendidikan nasional harus ikut mengawal dan mengusung harapan perubahan dan perbaikan sebagai harapan dari seluruh masyarakat negeri ini.


    Sebagai lembaga pendidikan yang berlebel “Islam” sudah merupakan kewajiban dan menempati garda terdepan menjadi pelopor dan menjadi teladan untuk mengembalikan ruh bangsa ini yakni bengsa yang ramah, suka bermusyawarah, gotong royong dan menghormati orang lain. kenapa ? karena Islam mengajarkan akhlak yang baik, kejujuran, bergotong royong, musyawarah dan saling menghormati. Dasar-dasar inilah yang menjadi modal pokok bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, kecerdasan intelektual akan menjadi tak bermanfaat manakala dasar-dasar tadi  tidak dimiliki.

    Sebagai sekolah muslim tentunya rujukan pengelolaan pendidikannya adalah Al-Qur’an, Al-Hadits plus ijma ulama dan jika diambil sari patinya model pendidikan Islam adalah “keteladanan”. Islam sebagai agama yang sempurna  mencakup semua aspek kehidupan termasuk didalamnya masalah pendidikan. Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam telah memberi teladan apa dan bagaimana memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya dan umatnya. Oleh karenanya barangsiapa yang menghendaki pendidikan yang baik maka ikutilah beliau Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21). Pendidikan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam bukan dilandasi hawa nafsu, tidak pula hasil menjiplak model-model pendidikan pada masanya. Tetapi apa yang diajarkan berdasarkan wahyu Allah SWT. Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam adalah sebaik-baiknya teladan barang siapa meneladaninya niscaya akan menjadi teladan. Dan diantara keteladanan Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam adalah sikapnya yang lemah lembut.
    Dari Aisyah ra. Dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam bersbda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Lemah Lembut dan menyukai kelemahlembutan dalam seluruh perkara.” (HR. Bukhori -Muslim), masih dari Aisyah ra  dia berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya. Tidak terhadap isteri, juga terhadap pelayan. Kecuali saat jihad di jalan Allah.” (HR. Muslim), kemudian masih dari Aisyah ra dia berkata: “Sesungguhnya kelemahlembutan itu tidaklah ada dalam suatu perkara kecuali akan menjadikannya baik, dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikan jelek.” (HR. Muslim).

    Pepatah mengatakan “Guru kencing berdiri murid kencing berlari” itulah konsep keteladanan, manakala gurunya salah maka muridnya ikut salah, manakala gurunya baik insyaallah muridnya akan menjadi baik, oleh karenanya sudah menjadi keharusan bahwa guru harus menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya.
    Guru selaku penanggungjawab pendidikan disekolah harus benar-benar menciptakan  lingkungan yang kondusif, nyaman dan aman melalui keteladanan, kelembutan, apresiasi, nasihat dan  kiat menghukum yang baik adalah beberapa aspek dasar pendidikan yang telah diajarkan dalam Islam, semua itu dapat kita petik dari perjalanan hidup Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya. Tak perlu latah  mengadopsi sistem atau pola-pola pendidikan ala barat, tak perlu repot-repot mengikuti seminar-seminar menjadi guru yang sukses dan tak perlu pula melahap buku-buku psikologi pendidikan. Seluruhnya ada dalam ajaran agama yang diridhoi ini, tinggal bagaimana cara menggali nilai-nilai ajaran tersebut sehingga dapat diimplementasikan kedalam kehidupan sehari-hari.

Memang tidak mudah seperti main sulap, apalagi kita sedang dihadapkan dengan sistem pendidikan yang mengedepankan pola pikir sekulerisme dan materialisme. Kendala lain seperti budaya barat, narkoba dan kekerasan sudah siap-siap menghadang dan menerkam generasi muda kita. Agama yang semestinya dijadikan fondasi pendidikan malah mendapat porsi yang alakadarnya, sehingga hanya kulit-kulitnya saja yang dapat disampaikan kepada peseta didik.  itulah sisi suram wajah pendidikan nasional kita. Padahal jika kita sungguh-sungguh mengajarkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh niscaya mampu mencetak generasi muda muslim yang kokoh yang mampu membangun peradaban kehidupan manusia yang tenang, aman, sejahtera dan beriman, termasuk didalamnya akan terhindar dari budaya tawuran.
Dalam rangka menuju SMA Al-Irsyad yang lebih baik fase pembentukan akhlak dengan keteladanan plus dari para guru diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran belajar ilmu-ilmu dunia sehingga dua sisi kebutuhan tersebut bisa berjalan seiring menuju masa depan yang lebih baik. Inilah yang sedang dilakukan oleh SMA Al-Irsyad dengan konsep Pendidikan berkarakter berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Al-Hadits dan Ijma Ulama.

Itulah konsep pendidikan yang baik telah tersedia dalam ajaran agama kita, jika kita punya komitmen yang kuat, keberanian dan kesungguhan untuk mengikuti ajaran tersebut insyaAllah apa yang kita inginkan akan terwujud, dan mudah-mudahan dari mereka peserta didik kita SMA Al-Irsyad akan muncul para pemimpin bangsa yang adil dan berjalan diatas akidah yang benar dan lurus, amin…
Wallahu Ta’ala a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar